Christian Bagus Anggoro – Menemukan Dunia Kreatif di Bawah Laut

Usia muda memberikan banyak kesempatam kepada Christian untuk terus berkreasi dan mencapai target bisnisnya

Ketika Christian Bagus Anggoro menyelami lautan, ia menemukan dunia paling damai di sana. Pria kelahiran Denpasar, 22 Mei 1984 ini merasa bak menjadi seorang Superman di bawah laut sana, melayang-layang bebas tanpa perlu kepakan sayap. Melalui laut pula, Christian belajar tentang filosofi baru kehidupan.”Atmosfer di laut sangat berbeda dan saya  belajar banyak filosofi kehidupan di sana. Saya itu bisa berlama-lama di laut untuk menyelam dan hanya memperhatikan kehidupan di bawah sana,”ucapnya. Saat itulah, suami dari Julia Bondan Kartikasari tu tersadar bahwa ia telah benar-benar jatuh cinta dengan dunia laut.

Katakan saja, Scuba Explorer Indonesia adalah “buah cinta” Christian dengan laut. Siapa sangka lautlah yang mengantarkan Christian untuk menemukan kolaborasi apik antara hobi diving, dunia kreatif dan wirausaha. Scuba Explorer Indonesia pun lahir sebagai sebuah usaha yang menggabungkan ketiga elemen tersebut dan mengkhususkan diribergerak di lini fashion diving company. Berkantor di Bali, Scuba Explorer Indonesia berusaha menjadi brand diving company yang menciptakan produk otentik dan inovatif, fun, bebas, serta natural dimana tidak pernah terlepas dari semangat dan gaya hidup seorang petualang laut.

Dengan pengalaman jatuh bangunnya di dunia wirausaha, Christian tetap menanamkan optimismenya terhadap diver clothing miliknya tersebut. Dalam hitungan dua tahun, usahanya kian bertumbuh dan mampu merengkuh segmen pasar tertentu. Scuba Explorer Indonesia pun tak hanya bermain di lokal, tetapi juga menembus pasar global. Terbukti saat ini telah memiliki beberapa reseller yang terbesar di Amerika, Australia, Bahamas, Hawaii, Thailand, hingga Jepang.

Melalui kemasan kreatif Scuba Explorer, pria yang berdomisili di Dalung Permai ini bercita-cita ingin melestarikan budaya kelautan serta memperkenalkan potensinya secara luas kepada masyarakat umum. Bagi Christian, Scuba Explorer tak hanya sekadar unit usaha tapi juga dedikasi dan kontribusinya terhadap lingkungan dan kelautan. “Kami mendonasikan 5% uang penjualan kami untuk kegiatan cinta laut serta membantu beberapa LSM kelautan dalam hal aktivitas save turtle dan penanaman coral.” terangnya. Untuk tahu lebih banyak tentang pendirian, visi dan misi, serta segala hal “di balik dapur” Scuba Explorer, Money & I Magazine berkesempatan mewawancarai Christian di kantornya.

Bisa ceritakan awal Scuba Explorer ini berdiri?

Scuba Explorer ini berdiri sejak 30 November 2010 silam. Semuanya memang berawal dari kecintaan saya terhadap dunia laut. Kemudian saya kombinasikan passion terhadap laut tersebut dengan kreativitas di bidang fashion dan art design. Sebelum brand Scuba Explorer ini ada, saya sempat mendirikan sebuah usaha bersama dua orang rekan. Waktu itu kami membangun Bumi Samudra Group yang bergerak di bidang art design, art consultant, website, dan brand management, di mana tetap mengusung tema kelautan. Sayangnya usaha ini hanya berjalan selama kurang dari 2 tahun. Itu dikarenakan salah satu partner mengundurkan diri yang kemudian disusul dengan partner kedua. Mungkin lantaran kami kurang fokus dan tidak solid dalam bekerja sama membuat project ini kandas. Saya sebagai orang terakhir dalam project tersebut akhirnya memutuskan untuk menutup kantor kami. Dan kembali mencari langkah inovasi selanjutnya. Dengan berbekal semangat yang seadanya saat itu, saya bangkit dengan merintis usaha pakaian dagang dengan merek Amazing Underwater. Melalui merek itu, saya memproduksi T-Shirt dengan desain berupa hasil cetakan foto bertemakan laut yang saya ambil. Produk T-Shirt berkonsep underwater fashion tersebut, saya kemas ke dalam satu kotak yang dilapisi dengan hiasan pernak-pernik hand made.

Kenapa T-Shirt?

Buat saya T-Shirt adalah media yang paling efektif dalam memperkenalkan dan mempromosikan brand serta mengampanyekan sesuatu dengan berbagai desain atraktifnya. Jadi nggak salah kalau saya boleh bilang T-Shirt itu bisa jadi sebuah identitas. Saat itu pun tujuan saya mencetak kaos Amazing Underwater, salah satunya adalah untuk mengkampanyekan kreativitas berbasis bawah laut. Saya pikir ini layak mendapatkan perhatian dan bisa menjadi konsumsi masyarakat umum lewat media buah tangan yang menyasar pada turis lokal maupun internasional yang datang ke Bali.

Lalu bagaimana perkembangan Amazing Underwater? Apakah sesuai dengan ekspektasi Anda?

Meski usaha ini berusaha menggeliat melalui lokasi penjualannya di Centro Mall, Matahari Kuta Square, dan beberapa toko Oleh-oleh Bali lainnya, tetap tidak mampu bertahan cukup lama. Usaha ini hanya bisa bertahan selama 3 tahun 7 bulan. Saya pikir penyebabnya adalah quantity produksi yang terbatas, sehingga menyebabkan tarif produksi yang tinggi serta media marketing yang kurang memadai menyebabkan nilai penjualan juga tidak terlalu tinggi. Selain itu saya juga lihat perkembangan dan hasil penjualan kaos Oleh-oleh Bali yang berbasis bawah laut kurang diminati oleh pembeli sehingga memaksa kami untuk kembali meninjau ulang tentang poin-poin lain yang masih bisa diangkat untuk dikembangkan dan dijual dari segmen bawah laut. Tapi saya tidak patah arang, saya berusaha bangkit kembali berkat dorongan teman-teman serta passion saya yang kuat di dunia bahari. Akhirnya tahun 2010, saya meluncurkan line fashion yang fokus dengan tema diving –kebetulan memang saya hobinya diving. Line fashion itu saya namakan Scuba Explorer. Ide tersebut sebenarnya didapat saat saya menyelam di laut Serangan pada pertengahan tahun 2009. Inspirasi yang lahir tiba tiba ketika melihat laut yang sangat indah dan tenang pada hari itu.

Bagaimana Anda bisa tetap optimis mendirikan Scuba Explorer setelah kegagalan berturut-turut di dua usaha sebelumnya yang mengangkat tema serupa?

Saya punya keyakinan dan memang sangat cinta dengan dunia laut. Ada yang bilang bahwa bekerjalah dengan hobimu, maka pekerjaan tersebut pasti tidak akan pernah membosankan. Itulah yang terjadi pada saya ketika bersentuhan dengan dunia laut, diving, dan kreatif. Teman-teman diving pernah bilang ke saya kalau di Bali, terlebih di Indonesia, belum ada orang atau usaha yang berani terjun mengeluarkan produk diving bermerek lokal. Ini yang saya lihat sebagai sebuah peluang. Untuk skala lokal memang kompetitornya tidak ada, tetapi tantangannya justru berhadapan dengan merekmerek Internasional. Ketika saya memasukan produk dengan merek yang saya miliki ini ke outlet-outlet dive atau surf shop saja masih dipajang di display sudut belakang. Beruntung ada yang namanya Facebook dan sosial media lainnya yang bisa mempromosikan merek saya ini. Orang yang tertarik dengan produk saya jadi lebih gampang untuk menemukan outlet penjualnya. Memang susah menjadikan produk lokal sebagai primadona di tengah brand-brand luar yang besar. Tapi saya sendiri tetap optimis, bahwa kualitas Scuba Explorer tidak kalah dengan brand asing tersebut.

Bisa sebutkan produk-produk yang ditawarkan oleh Scuba Explorer?

Kami punya t-shirt bertemakan underwater dan diving, pakaian selam atau Wetsuits, pakaian surfing atau rashguard, dan kini tengah mempersiapkan produk perlengkapan surfing dengan merek kami sendiri. Butuh persiapan yang matang untuk memproduksinya, apalagi bahan-bahannya harus diimpor dari luar. Untuk desain peralatannya sudah kami kerjakan. Sebagai informasi tambahan, awalnya merek Scuba Explorer ini adalah produk stiker. Kami mulai  memproduksi sebuah stiker dengan berbagai macam pilihan desain. Membagikannya secara gratis sejak awal. Demi memenuhi sebuah riset pasar, Diluar dugaan, desain yang kami buat banyak diminati oleh penyelam. Kami pun mulai kembali memproduksi ulang serta menjualnya dan 500 pcs adalah angka awal kami dapat menjualnya selama lebih dari 11 bulan. Bukan angka yang bagus untuk sebuah bisnis. Bukan juga sebuah prestasi. Tapi roda pun mulai berputar, Saat itu kami mampu menyisihkan sedikit demi sedikit uang untung penjualan. Lantaran sudah merasa yakin bahwa bisnis Scuba Explorer bisa berkembang, saya pun membuatnya menjadi nyata dari merek dagang stiker lalu bertransformasi menjadi sebuah merek dagang pakaian jadi.

Lantas bagaimana perkembangan Scuba Explorer?

Awalnya untuk t-shirt, kami hanya mampu memproduksi pakaian sebanyak 12 pcs, Dan mulai keliling menawarkan secara door to door dan menjual secara consigment di beberapa tempat. Memang saat itu banyak penolakan dari beberapa toko untuk menjual pakaian yang kami buat. Tapi kami terus berjuang dan optimis. Pada bulan kedua, kami mendapatkan lokasi pertama yang mau memajang dan menjual pakaian kami, yakni Dive Sport Kuta. Terpajang rapi dan baru terjual di bulan keenam. Yang terjual hanya 2 pcs lagi. Hampir saja saat itu semangat kami padam. Namun, harapan baru pun muncul saat di bulan ketujuh, stock pakaian yang dipajang hanya meninggalkan 1 pcs saja, kemudian sold out.

Perjalanan berlanjut, kami pun memproduksi ulang kembali. Semangat baru muncul disaat pertemuan kami dengan dua orang kawan yang skill -nya dapat diperhitungkan di dunia printing dan desain datang membantu kami untuk memproduksi dan merancang ulang pakaian kami supaya dapat lebih tampil layak di dunia persaingan global nantinya. Pada tahun 2012, kami melihat Personal Retail Survey kami bahwa Scuba Explorer telah memiliki pangsa pasar sebesar 10,6% khusus untuk pasar pakaian selam di Indonesia. Pada akhir 2012, jumlah penjualan Scuba Explorer tercatat meningkat. Yang awalnya hanya pmemproduksi sebanyak 12 pcs, kemudian meningkat menjadi 24 pcs, lalu naik lagi sebanyak 50 pcs, 75-100-300-500 hingga kini 2000 pcs di tahun 2014. Tahun 2013 menjadi tahun yang cemerlang bagi usaha kecil kami, di mana kami mencapai rekor penjualan melebihi 2000 pcs dalam kurun waktu 3 tahun, ditambah berbagai pencapaian lainnya di banyak bidang.

Apa yang membuat produk fashion diving Anda lebih istimewa ketimbang brand dengan produk serupa?

Sesuai dengan misi Scuba Explorer yang ingin menawarkan pengalaman pengalaman berpakaian bergenre lautan kepada para pencinta laut dan hobi serupa lainnya, kami senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. Kami  bangga atas reputasi yang kami raih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan. Saya melihat produk-produk fashion diving yang dibuat secara massal, desainnya cenderung monoton. Di lain sisi, para diver juga ingin tampil beda dan stylish dengan pakaian mereka ketika berada di bawah laut. Oleh karena itu, kami pun memberanikan diri untuk membuat desain yang berbeda. Kami buatkan desain khusus yang limited edition. Biasanya untuk satu desain, kami buatkan paling banyak 200 pcs saja. Untuk masalah kualitas juga kami bisa bersaing dengan brand luar. Sebenarnya enggak ada bedanya produk lokal dengan produk luar, asalkan kontrol terhadap kualitas produknya tetap sama. Produk wetsuit kami ini bahannya merupakan neoprint. Kami mengalami kendala menemukan bahan ini di Indonesia. Ini yang membuat kami harus mengimpornya dari Jepang, tetapi untuk produksi jadinya murni dikerjakan di sini.

Apa ada project lainnya yang tengah dikembangkan oleh Scuba Explorer selain dive clothing line?

Di luar Scuba Explorer Indonesia kami juga sedang mengembangkan sebuah industri kreatif yang bergerak di dunia seni berbasis kelautan. Sebuah market product di luar fashion, Kami membuat perkumpulan tim kecil yang dinamakan Blue Imagine Studio. Di mana kami menciptakan sebuah ruang untuk bertukar pikiran sesama artis dan memberikan kontribusi bersama kepada lingkungan kelautan. Supaya kami semua dapat berkompetensi bersama membangun jalur kerja secara kekeluargaan. Kami membuat project sebuah alat selam masa depan yang saat ini masih dalam tahap rancangan. Kami juga mengerjakan sebuah project film animasi, musik, mainan, serta buku komik. Kami ingin memberikan edukasi seputar dunia laut kepada anak-anak melalui project kreatif tersebut, agar mereka dapat ikut mencintai dan menjaga kelestariannya.

Apa harapan Anda ke depan?

Kami punya rencana untuk membuka toko one stop dive shop “all about ocean” di tahun 2015 nanti. Sekarang kami masih mencari lokasi yang pas untuk penempatannya, kemungkinan kalau enggak di daerah Candidasa atau di Padang Bai. Masih saya kaji kembali lokasinya. Kami berharap dengan apa yang sudah kami ciptakan selama ini dapat menjadi kontribusi yang layak. Yang dimana kami ingin tetap bersuara kepada banyak orang demi bisa tetap menjaga alam dan mencintainya.

Related News

Leave a Reply

Powered By. Penerbang Roket