Dragon Game Studio – Life is Wonderful, Let Our Games Be Part Of It

Sebuah game casual bertajuk The Harlem Shake Vs Gangnam Style pun mengguncang aktivitas unduh para gamers di seluruh dunia. Tak heran dalam hitungan beberapa hari, aplikasi game ini berhasil melesat di beberapa top chart Application Stores di seluruh dunia. Bukan hanya menarik dari kualitas game serta pencapaiannya tersebut, yang lebih mencengangkannya lagi game ini diciptakan oleh game developer Indonesia. Tak tanggung-tanggung, studio game-nya pun berlokasi di Pulau Dewata Bali.

Developer game lokal tersebut bernama Dragon Game Studio yang resmi berdiri pada bulan Juli 2012 lalu. Siapa sangka ada sebuah game developer tengah mengembangkan sayapnya di Bali. Tentu hanya Jonas Johnsson dan istrinya Joan Johnsson yang melirik Bali tidak hanya dari kacamata industri pariwisata, namun juga industri kreatifnya. Studio yang berada di bilangan Bypass Ngurah Rai Sanur itu pun menjadi taman bermainnya bersama tim yang terdiri dari lima pemuda kreatif yang begitu gandrung dengan dunia game.

Dengan slogan “Life is wonderful, let our games be part of it”, Jonas, Joan serta timnya bekerja dengan passion, senyuman serta dedikasi tinggi terhadap dunia game. “Semenjak kami percaya bahwa hidup itu indah, kami pun ingin membuat game-game yang mampu menerangkan keindahan itu,” ungkap Jonas.

Dragon Game Studio menempatkan fokusnya pada game-game yang bersifat casual & social game development, sebagai contohnya dalam bentuk mobile application. “Semua game yang kami kembangkan adalah permainan yang dibangun dengan 100% dedikasi dan cinta yang murni, dan tujuan kami adalah untuk merangkul semua orang, tidak peduli berapapun usia mereka untuk memainkan permainan kami!” terang Jonas. Kini Dragon Game Studio tercatat telah menghasilkan tiga game project, dimana salah satunya adalah The Harlem Shake Vs Gangnam Style. Sekalipun sebenarnya The Harlem Shake Vs Gangnam Style ini hanyalah proyek kecil mereka yang bersifat ‘test project’. Namun siapa sangka, respon dari para gamer cukup positif. Game ini telah menduduki peringkat nomer 1 di beberapa kategori Free Music Games di negara-negara seperti Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Belgia, Swis dan masih banyak lagi. Mereka juga berada di posisi kedua dalam kategori Free Music Games untuk App Store di Indonesia. “Sungguh tak menyangka, kami bisa masuk peringkat 58 sebagai yang paling banyak diunduh oleh para gamers di Indonesia,” sambung Jonas.

Menurut pria yang kini berdomisili di Sanur tersebut, mereka memang ingin membuat game yang terinspirasi dari sebuah trend Youtube. Agar tidak kehilangan euforia tersebut, game yang dirilis di Apple App Store semenjak 27 Maret 2013 itu pun sebelumnya dikerjakan begitu cepat. “Untuk proses keseluruhannya memakan waktu 7 hari termasuk pengerjaan musik dan original artwork,” tuturnya. The Harlem Shake Vs Gangnam Style dapat diunduh dalam versi Android sekaligus iPhone dan iPad. Cara memainkannya pun sekilas mirip dengan Dance Dance Revolution (DDR), dimana pengguna harus memilih di sisi mana ia akan bermain, Gangnam Style atau Harlem Shake.

Tak hanya The Harlem Shake Vs Gangnam Style, Dragon Game Studio juga menciptakan sebuah game bernama Don’t Steal My Banana yang dirilis satu hari setelah The Harlem Shake Vs Gangnam Style. “Jadi Anda bisa bayangkan bagaimana sibuknya kami saat itu. Game ini juga merupakan sebuah test project untuk mengukur potensi pasar kami di seluruh Application Stores,” ujarnya.

Jonas menerangkan bahwa selama mereka mengerjakan proyek kecil tersebut sesungguhnya mereka tengah mengembangkannya untuk sesuatu yang lebih besar. Untuk pengerjaan proyek game ini hanya menghabiskan waktu 5 minggu. “Game ini sangat sederhana, namun jika Anda mendalaminya lebih jauh, maka Anda akan menemukan sensasi yang lebih,” paparnya. Don’t Steal My Banana juga direspon positif di pasaran Application Stores, buktinya mampu meraih peringkat 22 di App Store di Cina serta posisi ke-84 di Hongkong. Sementara di dalam negeri sendiri mampu bercokol di nomer 100.

Untuk project utama Dragon Game Studio sendiri, Jonas mengaku akan lebih besar dari kedua game test project mereka tersebut. Game itu nantinya didaulat dengan nama BaliFied. Sekilas nama tersebut mengandung aroma Bali. Jonas pun tak menampik kalau game tersebut memang memiliki elemen-elemen muatan Bali yang akan muncul pada tampilan grafisnya. “Game ini akan menunjukkan cinta yang kita miliki untuk Bali dan kami telah mengadopsi beberapa pemandangan indah Bali ke dalam grafis yang digunakan sebagai latar belakang dalam permainan,” ungkap Founder & Creative Director Dragon Game Studio ini.

Pesona Tanah Lot, Amed, Temple, Pura, Danau Beratan, hingga karakter Hanoman akan menghiasi tampilan game tersebut. Game ini pun dirancang menggunakan engine bertipe Corona, karena dianggap lebih fleksibel terhadap operasi Android dan iOS. Cara memainkannya pun hampir serupa dengan Scrabble dengan sedikit modifikasi. Game ini juga dirancang hanya bisa dimainkan secara online karena merupakan tipikal battle game, dimana membutuhkan dua orang pemain di dalamnya. BaliFied sendiri akan dirilis sekitar bulan Juni 2013 mendatang. Kita tunggu kehebatan game dari Pulau Dewata ini.

Related News

Leave a Reply

Powered By. Penerbang Roket