Herry Watjika – Wastu Motor

Domain pebisnis muda memang kebanyakan di otomotif, tapi yang satu ini melihat celah yang lebih sempit, yakni aksesoris kendaraan roda dua ber cc besar. Perbaikan ekonomi Indonesia yang meningkatkan lifestyle masyarakat kita salah satu faktor penunjangnya.

Dialah Herry Watjika, nahkoda Wastu Motor yang jeli melihat celah ini, sekalipun awalnya karena terlanjur “utang”, namun justru kini bisnisnya kian berkembang. Ikuti petikan wawancara kami dengan pengusaha ini yang ditemui reporter Anton HPT di gerainya Jl. Mahendratta.

Bagaimana Anda mengawali bisnis ini?

Ini sebenarnya usaha keluarga, family punya dan saya first generation yang mengelolanya. Kami dari keluarga pebisnis, papa saya dulu kontraktor, dari beliaulah saya belajar. Tapi saya diajarkan dulu untuk bekerja dengan orang lain, baru boleh buka sendiri.

Awalnya kita punya ruko disini, waktu itu ada channel dari Jakarta yang siap memberikan hutang untuk mendirikan usaha. Lalu kita coba untuk terjuni bisnis ini. Sekitar 4 bulan pertama masih susah, namun setelah empat bulan selanjutnya baru membaik. Sampai saat ini kita sudah buka sekitar 1,5 tahun.

Apa saja yang ditawarkan oleh gerai ini, karena saya lihat sepertinya bukan hanya aksesoris?

Saat ini kita bergelut khususnya di variasi sepeda motor, spare part sepeda motor juga ada, kalau untuk mobil masih sedikit, paling untuk melengkapi saja. Kalau sekarang memang sedang banyak motor yang bermesin besar. Kelas motor 250 cc seperti ninja mulai banyak dan yang paling ramai adalah motor matic.
Apakah didorong hobi?

Kalau dibilang hobi juga tidak, tapi lebih karena saat itu ada kesempatan. Tantangannya memulai bisnis ini awalnya karena sudah terlanjur ngutang, dan juga karena sudah terlanjur buka. Tapi ternyata hasil yang didapatkan lumayan besar terutama dari sepeda motor yang ber-cc besar. Dan sekarang Wastu Motor lebih condong menyasar motor yang ber cc besar.

Termasuk yang sekelas Harley Davidson?

Moge [motor gede.red] sih belum, kita masih lebih condong ke 250 cc, seperti Ninja dan CBR. Paling besar IR6 yang berkapasitas 600 cc.

Saat ini dunia otomotif di Bali apa yang sedang banyak dicari?

Saat ini di Bali sedang booming motor matic seperti Vario dan motor kelas 250 cc. Dan saat ini penjualan kita lebih banyak ditopang dari variasi motor dibandingkan spare part.

Untuk barangnya sendiri, Anda datangkan dari mana?

Sekarang ini kita lebih banyak mendatangkan barang dari Thailand. Di Indonesia sebenarnya ada, namun kualitasnya lebih bagus yang built up. Jadi lebih baik kita ambil dari sana, hal ini juga karena trendsetter nya masih banyak dari Thailand, sekarang hampir semua pabrik motor juga ada di Thailand.

Bagaimana dengan skills Anda di otomotif?

Sebenarnya background pendidikan saya di bidang perhotelan sebagai suplier. Saat ini juga masih menjadi suplier di beberapa hotel di Denpasar, tapi saat ini lebih fokus untuk mengelola Wastu Motor.

Selain variasi saya lihat di belakang juga ada bengkel, apa Anda juga mengerjakan perbaikan?

Selain menyediakan suku cadang dan variasi kita juga menerima order mengerjakan airbrush untuk body motor.

Ini bisnis yang persaingannya sangat ketat, apa strategi Anda?

Pertama begini, memang benar saat ini makin banyak pesaing di bisnis ini, tapi kalau saya melihat tiap orang itu rejekinya sendiri-sendiri.

Yang kedua, saya menempatkan Wastu Motor bukan sebagai variasi motor murahan, tapi kita menyediakan service yang lebih baik, contohnya seperti bengkel Wastu Motor yang ada di belakang sedang kita renovasi, hendak kita buat ada ruang tunggunya, ada TV serta disediakan minuman dan makanan agar customer merasa nyaman.

Kalau soal harga, banyak bengkel variasi ditempat lain yang lebih murah dari kita. Tapi kita menempatkan customer service sebagai prioritas utama, sehingga kita melayani dengan lebih baik dan lebih cepat. Itu yang jadi poin utama Wastu Motor. Sama dengan BPR Lestari, kita meniru dari sana juga.
Selama 1.5 tahun ini, sudah sesuai dengan ekspektasi Anda?

Yang pasti jauh lebih berkembang, saya prediksi selama 2 tahun untuk BEP, tapi ternyata lebih cepat dari yang kita perkirakan, growth-nya bagus.

Untuk kedepannya target apa yang ingin dicapai?

Saya masih fokus menyempurnakan pelayanan dan memperbaiki bengkel dibelakang. Kita juga ingin menambah jumlah mekanik, kalau dulu cuma 4 orang, saya rencanakan tambah jadi 10 orang semuanya. Sehingga antrian tidak banyak, kuantitas barang juga ingin saya lengkapi sehingga orang belanja dapat semua barangnya disini. Disamping itu ada juga rencana untuk membuka cabang baru.

Related News

Leave a Reply

Powered By. Penerbang Roket