Market Outlook 2017 – The Puzzle Pieces Are Aligned

Dalam liputan di Money&I Vol. 80, kami melakukan wawancara kepada Faisal Basri, salah satu ekonom nasional yang selama ini menjadi acuan kami di redaksi untuk menerawang kondisi perekonomian Indonesia, termasuk bagaimana ekonomi kita di tahun 2017 ini. Dalam pemaparannya, Faisal Basri menyampaikan bagaimana sektor pasar modal Indonesia tengah berada pada performance yang luar biasa. “IHSG (Indeks harga saham gabungan) naik tajam sejak awal Juli 2016. Jika dibandingkan dengan setahun yang lalu, indeks sudah melaju sangat baik. Pasar saham Indonesia sangat bergairah, arus modal cukup besar selama semester I kemarin, US$ 13 Miliar, dua kali lipat lebih dari penanaman modal asing langsung,” ujarnya ketika itu.

Lalu bagaimana sesungguhnya kondisi pasar saham di Indonesia di tahun 2017 ini, lebih detil kamu akan mengupasnya sekilas berdasarkan kajian dari Tim Panin Sekuritas yang dipaparkan oleh Adolf dari Team Research mereka dalam sosialisasinya di Hotel Inna Bali.

Goverment : Full Throttle Ahead

Perekonomian Indonesia di prediksi bertumbuh lebih baik dibanding tahun 2016 karena beberapa hal, salah satunya pernaikan kondisi politik di tanah air, dimana pemerintahan Jokowi saat ini didukung oleh lebih banyak partai politik, berbeda dengan periode awal ketika pemerintahan ini berjalan, dimana kondisinya ketika itu partai oposisi mayoritas, sehingga proses pemerintahan tidak dapat berlangsung dengan lancar. Hal lainnya adalah kebijakan Tax Amnesty yang dinilai sukses, sekalipun belum mencapai target yang diharapkan, namun perolehan yang dicapai dinilai mampu memberikan asupan cash flow untuk pemerintah bermanuver di tahun ini. Tidak ada lagi alasan bagi pemerintah untuk berakselerasi dengan lambat, ini saatnya ‘Full Throttle Ahead’.

Global Growth

Sementara dari sisi makro, pertumbuhan Amerika kian stabil, dan diperkirakan the Fed akan menaikkan dua kali suku bunga di tahun ini. Selain itu, ekspor Amerika juga membaik dan menjadi driver consumer spending mereka,  yang diperkirakan akan berperan sebagai mesin pertumbuhan negeri Paman Sam ini di masa mendatang. Sementara China masih diperkirakan mengalami soft landing, terutama karena penurunan ekspor, namun kondisi China masih lebih baik dari Jepang yang diprediksi tidak akan kemana-mana, dan bahkan lebih buruk lagi pada kawasan Eropa, struggling on deflation pressure.

Macroeconomics Assumption

Secara keseluruhan, GDP Indonesia diasumsikan bertumbuh 5,30%, dimana kondisi ekspor akan mengalami perbaikan, setelah 3 tahun terakhir minus, maka diperkirakan naik 3,4%, sementara impor kita akan menurun dari 4% di tahun 2016 menjadi 2% di tahun 2017. Inflasi masih pada tingkatan 4%. Sementara BI rate diperkirakan akan turun lagi menjadi 4,5% dengan nilai kurs rupiah atas dolar diangka rata-rata Rp. 13.365.

Equity Market Outlook : Light In The Tunnel

Dari berbagai pertimbangan tersebutlah, Tim Research Panin Sekuritas kemudian memberikan sejumlah rekomendasi saham yang bisa menjadi koleksi atau incaran kita di tahun ini. Yang  masuk kategori overweight (saham yang diperkirakan kenaikannya bisa melebihi sekumpulan saham yang menjadi patokan, dalam hal ini Panin mematok kurang lebih 20% diatas IHSG) adalah saham-saham dari industri Konstruksi (SKT dan WTON), kemudian Property (BSDE dan CTRA), Platations, Pertambangan (PTBA dan ADRO), Retail (LPFF), Telco (TLKM), Otomotif (ASII).

Sementara yang dinilai tidak mengalami perubahan (Netral atau tidak ada saran khusus untuk saham-saham ini) terjadi pada bisnis Semen, Perbankan, Poultry, Oil dan Gas, Metal dan Media. Dan saham yang diperkirakan cenderung turun dibanding dengan sekumpulan saham yang menjadi patokan atau underweight adalah saham jaln Tol, Health Care dan Industrial Estate.

Dengan referensi ini, sudahkah menyiapkan dana untuk investasi Anda tahun ini?

Related News

Leave a Reply

Powered By. Penerbang Roket