Menengok Ubud Sebagai Investasi Property di Bali

Property di Bali lagi HOT! Bukan cuma Kuta, Legian dan Jimbaran. Seminyak, Kerobokan, Umalas, Canggu, Echo Beach, Pererenan juga diincar oleh domestik investor dan International investor. Ubud yang tadinya hanyalah ‘sleepy cultural town” beberapa tahun belakangan ini semakin popular dimata investor dan business people.

Kombinasi rice field yang teras siring, cool weather dan “arty crafty” plus spirit dari Ubud, menjadikan daerah ini semakin popular untuk “holiday” maker. Bahkan Julia Robert menemukan “love” di Ubud ini. Film Eat, Pray and Love menyuguhkan “the beauty and magic of Bali” kepada dunia.

Pertanyaan yang biasa dilontarkan kalau orang ke Bali, adalah mau pantai atau mau gunung. Kalau gunung, pilihannya adalah Ubud.

Dan sebagaimana layaknya hukum “supply dan demand”. Harga property sekitar terus didorong naik dengan sedemikian banyaknya ‘interest” terhadap daerah tersebut.

Sedangkan untuk “ego” kayaknya kok keren banget yaa punya Villa di Ubud.

Kampoeng Villa, Ubud – Your Pride and Joy In Ubud

Kampoeng Villa Ubud adalah sebuah Kluster 4 villas yang didesain sebagai residential villa atau longterm stay accommodation.

Lokasinya sangat strategis, dengan lingkungan “villa” yang sudah terbentuk, baik commercial rental villa maupun residential villa (yaitu untuk expat dan lokal yang memilih Ubud sebagai rumah mereka di Bali), ataupun sebagai holiday home.

Sawah menghijau, sungai deras, pohon kelapa sekeliling, winding road (popular untuk biking road juga), udara sejuk, jauh dari keramaian tetapi hanya sekitar 10 menit untuk mencapai “keramaian desa Ubud” dengan café-café, restaurant dan mini market.
Lokasinya “tucked away” dari hustle and bustle, dengan “valley” didepan property anda. It’s a million dollar view.

Kampoeng Villa Ubud, memang ditujukan untuk mereka, small to medium size investor, yang mau berinvestasi dan menikmati ‘booming’ property market di daerah tersebut.

Di Kampoeng Villa Ubud, ada 2 kombinasi potensi yang ditujukan untuk mendapatkan return, yang pertama adalah dari Cash Flow (yang berasal dari bisnis penyewaan villa sebagai holiday rental villa) dan Capital Gain (yang berasal dari nilai Villa tersebut yang meningkat karena adanya  kenaikan harga tanah atau properties didaerah tersebut). Jadi ada cash flow dari bisnis dan ada capital gain dari apresiasi nilai villa.

Kampoeng Villa Ubud dapat dioperasikan sebagai rental villa dengan full team yang bertugas untuk menjalankan bisnisnya sebagai bisnis sewa menyewa villa. Mulai dari merawat villa, berkebun, membersihkan, ganti sprei, cuci piring, ganti kran yang bocor, cat ulang, ganti furniture, pokoknya semua maintenance dari villa. Kemudian ada full team yang melakukan marketing dan advertising untuk mendatangkan tamu-tamu ke villa tersebut dan melayani tamu supaya mereka betah dan balik lagi sambil membawa teman-temannya yang lain. Beberapa professional villa management dapat diajak bekerjasama untuk mengelola villa ini.

Kampoeng Villa Ubud, juga dapat digunakan sebagai “your private holiday home” atau sebagai residential villa.

Mengenai Capital Gain dari apresiasi harga atau nilai property, sebagai background saja, tanah sekitar area Ubud  tersebut harganya naik 100% dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Sebidang tanah dilokasi sekitar, nilainya 13 kali lipat dibandingkan 10 tahun yang lalu (ini pengalaman pribadi yaaa).

Related News

Leave a Reply

Powered By. Penerbang Roket