Suryasewana Wiwin Gunawasika – Kalau sudah ‘passion income’, kita akan happy kalau klien juga happy!

Raisa tampil dengan anggun, ketika sang Diva naik ke atas panggung, penoton pun berdecak, dalam balutan baju merah yang cantik, sang dara ini pun berdendang, sorotan lampu tak lepas dari setiap gerakannya, ditemani background LCD Screen yang terang oleh balutan gambar dinamis, menjadikan atraksi panggung malam itu bak ‘eden; di bumi . Tim Money&I yang ketika itu turut hadir, terpana dari belakang panggung. Tak jauh dari kami, seorang pria tegap, fokus menatap panggung yang terbentang, sesekali dengan walkie talkie-nya, ia tampak berbicara memberi arahan. Setelah 3 jam berlalu, acara berakhir dengan sukses, hadirin yang datang tampak pulang dengan ceria. Malam itu, acara Dinner With Raisa berakhir sempurna. Tak lama kemudian, pria ini menerima selamat dari berbagai pihak atas keberhasilannya menggelar acara yang sarat kesan.

Dialah I Putu Suryawesana Gede Wiwin Gunawasika yang akrab dipanggil Wiwin, pendiri Event Organizer WIN Pro yang sudah malah melintang selama 30 tahun. Tak terhitung jumlah event yang telah digelarnya, dan sudah banyak Diva yang dihadirkan dalam acara-acara yang dihelatnya. Di temui tim redaksi Money&I, pria yang juga dosen MICE di Sekolah Tingi Pariwisata Bali Internasional memaparkan passion-nya di Industru Kreatif. Berikut kami paparkan petikan panjangnya.

Darimana muncul keinginan untuk mendirikan usaha EO?

Bagi saya semua ini bukanlah sebuah pekerjaan. Apa yang sudah saya lakukan selama ini adalah cara dan media saya untuk berekpresi. Berbagi ide-ide kreatif dan mencoba mengaplikasikanny dalam sebuah karya. Jujur, ini bagiam dari hidup saya. Waktu itu saya mengawali semua ini dari aktifitas modeling. Did you know? I was a model! Ha ha ha! Entalah, apa itu sebuah hobi atau bakat terpendam. Dari situ saya semakin ingin terus mengembangkan potensi saya dalam industri kreatif. Sampai akhirnya dalam sebuah kesempatan, saya mendirikan sebuah event company dengan inisial nama saya, WIEN Production! Itu kebanggaan saya.

Well, waktu memang tidak mengenal kompromi. Kompetisi juga tidak rela untuk diturunkan intensitasnya. Saya pun berusaha untuk dapat selalu memposisikan WIEN Production sebagai event company dengan brand equity terbaik! Saya sadar, banyak hal yang harus dibenahi. Profesionalisme, engagement dan sejak awal tahun 2016 ini. Saya menyempurnakan layanan dan brand WIEN Production menjadi WIN Pro (Wisurya Istagrahagana Nusantara Production). Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan dan jauh dari resiko. Tapi saya sangat yakin, tuntutan pasar akan sebuah kualitas layanan menjadi dasar pemikiran kamu untuk berani mengambil keputusan penting itu. Setidaknya, kami bisa selalu termotivasi untuk mampu tampil lebih profesional, kompetitif dan kreatif. Apa pun itu, industri kreatif membutuhkan kemasan yang juga harus kreatif membutuhkan kemasan yang juga harus kreatif. Dan WIN Pro sudah siap untuk mengemasnya!

Jadi Anda melakukan rebranding?

Wisurya itu brand kami yang baru untuk bisa bersaing di bidang MICE di Nasional maupun Internasional, namun secara umum semuanya masih dibawah WIN Pro Group.

Dari kapan usaha ini berdiri?

Saya mulai usaha ini sejak tahun 1987. EO-Eoan lah, kalau bahasa sekarang mungkin ‘cabe-cabean’ ha..ha..ha.. Di tahun 1992, baru kita mulai untuk serius menangani event-event besar yang diselenggarakan di Bali, mulai dari Event Internasional seperti Asia-Pasific LG Conference, LJ Hooker, SEASC, klien dari Singapore, Malaysia, Taiwam, Korea, Australia maupun Inggris, kalau ditingkat Nasional, membantu Pagelaran Guruh Sukarno Putra di Bali, Gong Bali Dwipa – Pagelarannya Bank BPD yang sampai saat ini masih yang termegah dari yang pernah ada, Exhibition, Grand Opening, Launching Product, sampai Wedding Reception pun juga kami lakukan.

Wow, klien Anda juga banyak berasal dari luar negeri?

Pengalaman melayani klien dari luar negeri, seperti orang Korea, Taiwam, Singapore, Australia dan lain-lain, memanh memiliki ritme dan budaya kerja yang berbeda dengan kita, membuat kami semakin terbuka untuk berusaha lebih giat dan keras lagi dalam menghadapi persaingan global.

Anda juga pernah mendirikan sekolah model?

Betul, di tahun 1994- 2002, kami sempat mendirian sekolah modeling, namanya WIN Modelling School. Sekarang saya merasa terpanggil lagi di dunia modeling yang merupakan cikal bakal usaha saya, dengan mengembangkan kembali sekolah itu dengan nama WIN Modelling Academy, bekerjasama dengan Artika Whulandary Beauty Camp kedepannya.

Perusahaan ini berdiri di Bali, namun juga hadir di Jakarta?

Jakarta! Wow, kota super sibuk tapi juga genit! Ha..ha..haa bagi saya, ‘Jakardah’ kota yang cukup asyik untuk sesekali dikunjungi. Pusat tren gaya hidup, barometer industri kreatif dan hampir 99,9% bisnis berputar dinamis di kota ini. Saya melihatnya sebagai sebuah peluang! Peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan WIN Pro! Era kompetitif seperti sekarang tidak saja membutuhkan investasi yang besar, segepok keberuntungan atau ribuan relasi! WIN Pro punya karakter tersendiri yang membuat kami berbeda. Dengan karakter bisnis yang saya terapkan dalam setiap produktifitas WIN Pro, saya sangat sangat sangat yakin, bahwa Jakarta layak untuk kami. Layak untuk mengembangkan layanan kami sebagai satu-satunya event company di Bali dengan value tersendiri. Seperti dalam tagline kami, we’ll make you impressed.

Apa tantangan dalam bisnis ini?

Saya suka, tantangan! Dan hal ini pula yang membuat WIN Pro tetap eksis hingga hari ini. Tiga puluh tahun sudah kami berkarya dengan penuh dedikasi. Bagi kami itu sangat menyenangkan. Sebenarnya, tantangan terbesar itu adalah pola pikir! Bagaimana cara membentuk pola pikir, mengembangakan dan mentransformasi pola pikir yang selalu baru, itu adalah tantangan! Saya beranggapan bila setiap individu memiliki pola pikir yang baik, maka mereka akan mampu bekerja secara maksimal. Soal ‘penghargaan’ atas setiap produktifitasnya, niscaya akan mengikuti secara proporsional. Saat ini saya lebih senang untuk memikirkan hal-hal positif yang ada dalam era globalisasi yang kompetitif ini. Jangka pendek, saya melalui WIN Pro akan menjembatani para pelaku industri kreatif lokal dalm mengekspresikan kreatifitasnya.

Local content harus dibenahi, dan dikemas dengan baik agar diterima dan mendapatkan positioning yang lebih komersil.

Bagaimana melalukannya?

Ada tahapannya, dimulai dari pengembangan SDM, memaksimalkan kreatifitas yang dimiliki dan tentunya soal kemasan tadi. Semua harus dikemas dengan lebih baik, lebih komersial. Jujur, ini adalah pemikiran saya sejak lama. Di balik peluang besar memasuki era MEA, ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan demi tanah kelahiran.

WIN Pro akan mengawali semua ini, dan akan mengajak semua pihak termasuk Anda untuk berpartisipasi dalam hal ini. Apapun hambatan yang kita alami kami punya 1001 cara untuk menyelesaikannya dengan baik. Memulainya dengan persepsi yang baik, mengerjakannya dengan kreatif dan selalu memastikan setiap informasi dilakukan dengan bahasa yang komunikatif. Pun bila terdapat kekurangan, masih dapat diminimalisir. Kami berusaha untuk maksimal. Karena bagi kami, tantangan itu bagian dari pekerjaan.

Proyek apa yang paling sulit dikerjakan?

Sejauh ini belum ada. Semua masih berjalan dalam kinerja dan dedikasi terbaik. Saya pernah menggelar dua event sekaligus dengan klien yang berbeda. Tapi klien yang satu, memang sudah menjadi langganan kita, mengharap saya standby di acara untuk memastikan tidak ada masalah. Sementara diproyek yang lain, juga mengharapkan kehadiran saya. Jadi saya berusaha stanby di dua tempat dalam satu waktu. Waktu itu benar-benar  menguras tenaga. Jadi saya milih siapa yang booking duluan, dia yang saya kunjungi lebih dulu hahaha. Dan kedua event itu dilangsungkan lebih dari satu hari persiapannya. Jadi saya harus terus bolak-balik dari satu event ke event yang lain. Sangat melelahkan memang, namun di akhir acara, begitu melihat semua berjalan dengan baik, lancar dan tentunya melihat klien happy, semua capek yang menumpuk itu serasa sirna, ada rasa kebahagiaan dan rasa senang yang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata, melebur semua rasa capek dan bosan tersebut.

Ada rasa bosan dan capek?

So far so good! You know lah what i mean, semua ini sudah jadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan saya. Tentunya akan tetap terjaga kinerjanya karena saya mengelolanya dengan passion. Saya sangat paham kapan harus berhenti sejenak, belok kanan atau kiri, atau kapan harus berlari kencang.

Saya dengar Anda baru saja menyabet sejumlah penghargaan, bisa ceritakan soal hal ini?

Oh ya betul, baru saja kami datang dari Taipei, mengikuti ajang ASIA MICE Destinantion Marketing Contest 2016 sebuah ajang sangat bergengsi dibidang MICE bagi generasi Muda se ASIA. Selama seminggu mengikuti kegiatan itu, kami berhasil menyabet 5 Awards dari 8 kategori Awards yang diperebutkan oleh 17 Negara se ASIA, Awards ini dinilai dari Penyajian Presentasi, MICE Destination Marketing, Hospitality, Design Booth, pengelolaan Booth dalam sebuah Pameran International dan sebagianya.

Dalam acara ini saya sebagai leader, sekaligus instructor dari 4 orang Mahasiswa di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI). Ini adalah kadi istimewa yang bisa kami raih, sekaligus mengharumkan nama bangsa dan negara. Ini event tahunan yang sudah digelar sejak tahun 2010, dan ini adalah tahun kedua kami mengikuti ajang ini, dan tahun ini kamu mendapat support dari Kementerian Pariwisata, dan beberapa pihak yang peduli acara ini. Dalam event ini saya melihat negara lain sangat aktif membina generasi mudanya dalam bidang MICE, untuk bisa bersaing di kancah Internasional. Karena seperti yang kita ketahui, pasar MICE adalah primadona setiap negara. Mereka semua berlomba untuk menjadi yang terbaik dalam ini, karena mereka tahu bahwa income dari perhelatan MICE sangat besar sekali dibanding leisure, tentunya agar bisa bersaing dan berkelanjutan sangat perlu dipersiapkan calon-calon pemain MICE terbaiknya, salah saunya melalui ajang ini sebagai medianya.

Selain dalam bidang MICE, Anda menaruh perhatian dalam bidang apalagi?

Saya memang konsen dibidang MICE, tapi jujur saya juga sangat menyukai kegiatan showbiz, seperti seni pertunjukkan atau pagelaran seperti musik, tari dan lain-lain dengan sentuhan yang berbeda. Sekedar bayangan, dari tahun 2002 kamu secara rutin setiap tahun membuat Puteri Indonesia – Bali, sebuah ajang Pageant menuju ke Puteri Indonesia dan Miss Universe.

Dan dari 2016, kami juga mulai menggelar Pagelaran tahunan bertajuk “Ekaturida Nusantara”. Yang lebih banyak mengangkat nilai-nilai luhur akar seni budaya Nusantara dengan baik menularkannya kepada generasi muda Bali. Kedepannya, kami juga ingin menggelar event showbiz yang bertaraf Internasional.

Dari sisi CSR, kami sangat peduli dengan perkembangan generasi muda Bali untuk bisa lebih berkembang secara positif kedepannya, berharap mereka masih bisa tampil dengan kekinian, namun tetap memegang teguh tradisi adat istiadatnya.

Hal ini kami wujudkan dengan bersedia menjadi dosen MICE di STPBI sehingga saya bisa bersentuhan langsung dengan para generasi muda, saya juga konsisten setiap tahun menggelar Puteri Indonesia Bali dari tahun 2002, karena saya sangat ingin wanita muda Bali bisa tampil terdepan dalam semua aspek kehidupan. Dalam setiiap kesempatan saya selalu menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, semangat untuk bersaing, semangat untuk membangun diri dan bangsa ini.

Apa harapan Anda ke depan?

Dalam hidup ini, kita semua memang harus punya harapan. Harus punya impian. Itu motivasi alam bawah sadar yang cukup efektif mendongkrak kesuksesan seseorang. Believe it or not. Untuk WIN Pro dan industri kreatif ini, saya harap Bali mampu memiliki equity yang lebih baik sebagai destinasi kreatifitas selain pariwisata. Untuk itu saya menerapkan misi dan visi untuk berpartisipasi dalam usaha-usaha development ini.

Bali secara tidak langsung memiliki potensi yang tinggi. Dimulai dari venue, properti pendukung, talent dan lainnya. Dalam hal ini, saya sudah siapkan strategi tersendiri untuk menggapai harapan ini melalui WIN Pro. Tapi belum bisa saya publikasikan dulu, ha ha ha! Yang pasti, no pain no gain. Saya harus mampu menjaga dedikasi ini agar selalu tampil dalam performas terbaik bersama WIN Pro.

Related News

Leave a Reply

Powered By. Penerbang Roket